Mengenal Fungsi Dan Bagian Dalam Pembuatan Rangkaian Elektronika

Mengenal Fungsi Dan Bagian Dalam Pembuatan Rangkaian Elektronika

9:59 PM 0
Rangkaian elektronika dapat diartikan sebagai gabungan 2 atau lebih komponen elektronika baik kompoonen pasif maupun aktif yang membentuk suatu sistem atau fungsi pemroses sinyal sederhana maupun komplek. Rangkaian elektronika dapat dibangun dengan atau tanpa sumber tegangangan atau sumber arus untuk pengoperasiannya. Untuk membuat rangkaian elektronika diperlukan beberapa bagian sebagai berikut :
  1. Skema Rangkaian Elektronika

Rangkaian Elektronika,Skema Rangkaian ElektronikaElektronika
Skema rangkaian elektronika diperlukan sebagai panduan dalam pembuatan rangkaian elektronika. Skema rangkaian elektronika sebaiknya didesain atau dirancang dahulu pertama kali sebelum melakukan proses pembuatan rangkaian elektronika. Proses pembuatan skema rangkaian elektronika dapat dilakukan dengan cara manual dan dengan aplikasi komputer.
  1. Layout PCB

Lay Out PCB,PCB elekronika,jual PCB
Layout PCB adalah bagian yang berfungsi untuk merakit komponen-komponen elektronika menjadi rangkaian elektronika. Layout PCB atau dengan bahasa lain Papan Rangkaian Tercetak adalah hasil penerapan skema rangkaian elektronika yang telah disesuaikan dengan bentuk fisik komponen dan tata letak komponen elektronika untuk membuat suatu sistem atau fungsi pemroses sinyal.
  1. Komponen elektronika

Komponen Elektronika
Komponen elektronika merupakan salah satu bahan utama dalam mebuat rangkaian elektronika. Komponen elektronika yang digunakan untuk membangun suatu rangkaian elektronika ditentukan sesuai dengan skema rangkaian elektronika yang dibuat.
  1. Peralatan Elektronika

Peralatan Elektronika,toolkit elektronik
Peralatan untuk membuat suatu rangkaian elektronika pada umumnya adalah solder, tang potong, tang lancip, obeng dan timah solder. Penggunaan peralatan elektronika tersebut disesuaikan dengan kebutuhan dalam perakitan rangkaian elektronika.
Pada dasarnya setiap rangkaian elektronika dibangun dengan tujuan untuk melakukan pemrosesan sinyal, baik itu sinyal analog maupun sinyal digital. Berdasarkan pemrosesan sinyal yang dilakukan rangkaian elektronika tersebut, maka rangkaian elektronika dapat dibedakan menjadi beberapa kategori sebagai berikut.
  1. Rangkaian Elektronika Analog

Rangkaian elektronika analog adalah, rangkaian elektronika yang dibangun dengan tujuan untuk memproses sinyal analog, rangkaian analog ini dapat dibangun dengan 2 atau lebih komponen pasif maupun komponen aktif. Pada rangkaian elektronika analog sinyal yang diberikan sebagai input rangkaian adalah sinyal kontinyu (analog) yang pada umumnya sinyal DC ataupun AC sinusoidal dan rangkaian elektronika analog akan memberikan output sinyal kontinyu (analog) baik DC maupun AC sinusoidal yang telah terproses sinyalnya berupa level tegangan, arus maupun frekuensinya.
  1. Rangkaian Elektronika Digital

Rangkaian elektronika digital adalah, rangkaian elektronika yang dibangun dengan tujuan untuk melakukan pemrosesasan sinyal diskrit (digital). Pada rangkaian elektronika digital sinyal yang diproses selalu dalam 2 logika dasar High (1) dan Low (0). Untuk membuat rangkaian digital selalu diperlukan sumber tegangan dari luar untuk mensuplay rangkaian digital agar dapat beroperasi. Pada rangkaian elektronika digital sinyal yang diberikan atau sebagai input adalah sinyal digital dan rangkaian akan memberikan output berupa sinyal digital juga.
  1. Rangkaian Elektronika Kombinasi

Rangkaian elektronika kombinasi adalah, rangkaian elektronika yang dibangun dengan tujuan untuk melakukan pemrosesan sinyal analog dan digital baik secara bersamaan maupun bertahap. Rangkaian elektronika kombinasi dapat melakukan pemrosesan sinyal kontinyu (analog) dan menghasilkan sinyal diskrit( digital) atau sebaliknya. Contoh rangkaian elektronika kombinasi yang dapat memproses sinyal analog menjadi sinyal digital adalah rangkaian ADC (Analog to Digital Converter) dan rangkaian elektronika yang dapat memproses sinyal digital menjadi sinyal analog adalah rangkaian DAC (Digital to Analog Converter). Aplikasi rangkaian elektronika kombinsai dapat ditemui pada rangkaian interface (antarmuka) antara rangkaian digital atau komputer ke rangkaian analog dan sebaliknya.
Kemudian berdasarkan prinsip kerjanya, rangkaian elektronika dapat dibedakan menjadi beberapa kategori sebagai berikut.
  1. Rangkaian Elektronika Dasar

Rangkaian elektronika dasar merupakan gabungan 2 atau lebih komponen elektronika pasif yang telah membentuk suatu sistem pemroses sinyal. Sebagai contoh rangkaian elektronika dasar yang paling sederhana adalah pembagi tegangan,pembagi arus, filter RC, filter LC dan filter RLC. Contoh rangkaian elektronika dasar tersebutdapat dikatakan sebagai rangkaian elektronika sederhana karena hanya dibangun oleh 2 atau 3 komponen elektronika pasif yang dirangkai seri maupun parallel.
  1. Rangkaian Elektronika Bertingkat

Rangkaian elektronika bertingkat adalah pengembangan rangkaian elektronika dasar agar dapat memberikan performa yang lebih baik dari rangkaian elektronika dasar. Pada rangkaian elektronika bertingkat pada umumnya dibangun dari rangkaian elektronika dasar yang ditambah suatu rangkaian penguat sederhana yang disusun 1 tingkat maupun beberapa tingkat.
  1. Rangkaian Elektronika Komplek

Rangkaian elektronika komplek adalah rangkaian elektronika yang dibentuk dari beberapa rangkaian elektronika dasar dan bertingkat dengan beberapa fungsi pemroses sinyal yang berbeda yang di susun untuk membentuk suatu sistem pemroses sinyal terpadu. Sebagai contoh rangkaian elektronika komplek adalah power supply dengan regulator arus dan tegangan, rangkaian mixer audio, rangkaian transmitter atau pemancar radio,rangkaian amplifier dan rangkaian elektronika yang lain.
Rangkaian elektronika yang telah membentuk suatu sistem pemroses sinyal yang diperjual belikan di toko elektronika sering disebut sebagai kit elektronik. Hal ini dikarenakan produk elektronik tersebut merupakan atau membentuk suatu bagian-bagian rangkaian elektronika yang apabila digabungkan akan membentuk suatu sistem atau perangkat elektronika yang lengkap. Sebagai contoh untuk membuat suatu amplifier yang lengkap maka kita dapat membeli kit Power Amplifier, Kit Tone Control, Kit Power Supply, Travo Dan Box Amplifier kemudian kita rakit beberapa kit dan komponen tersebut sehingga terbentuk suatu Power Amplifier yang lengkap dari beberapa rangkaian elektronika tersebut.

Apa Pengertian & Manfaat Ampere

9:03 AM 0


Apa sebenarnya pengertian dari Ampere (Kuat Arus Listrik)? Alat untuk mengukur kuat arus dalam satuan Ampere (Amper meter)
Alat untuk mengukur kuat arus dalam satuan Ampere (Amper meter)
Tulisan ini akan menjawab pertanyaan :
Apa itu Ampere?
Apa yang dimaksud dengan Ampere?
Apa pengertian dari Ampere?
Apa bedanya Ampere dan Tegangan?
Apa yang menyebabkan listrik itu bisa nyetrum?

Ampere (Kuat Arus) merupakan istilah yang sering digunakan dalam kelistrikan, yang berarti arus listrik, satuannya ampere atau amp. Ampere adalah satuan SI untuk arus listrik, atau jumlah muatan listrik yang mengalir melalui konduktor dalam waktu yang ditentukan. Satu ampere sama dengan muatan satu coulomb - sekitar 6.241 x 1018 elektron - per detik yang mengalir melewati suatu titik tertentu. Perangkat listrik yang dinilai sesuai dengan kebutuhan ampere listrik atau jumlah arus yang dibutuhkannya, maka alat tersebut akan menarik dari sumber listrik saat beroperasi secara normal. Ketika seseorang berbicara tentang listrik yang mengalir masuk dan keluar dari rumah, mereka mungkin mengacu pada tegangan, ampere atau watt tergantung pada keadaan. Tetapi ketika ada orang yang terkena sengatan listrik, maka yang sebenarnya menyebabkan sengatan tersebut adalah ampere (arus listrik), bukan tegangan (volt).

Arus dan Tegangan

Listrik mengacu pada rangkaian listrik rumah, seperti halnya air yang mengacu pada sistem pipa air. Secara kasar, tegangan diibaratkan sebagai tekanan air, sedangkan arus listrik diibaratkan sebagai jumlah (kuantitas) air yang mengalir melewati suatu titik tertentu per detik. Pada tekanan tertentu, sedikit air bisa melewati pipa kecil daripada pipa besar dalam waktu tertentu, sehingga ukuran pipa dapat dianggap sebagai setara dengan ukuran hambatan listrik (ohm) - pipa yang lebih kecil memiliki ketahanan yang lebih tinggi. Semakin tinggi hambatan listrik dari sebuah alat, semakin kecil arus listrik yang mengalir. Resistensi atau hambatan sering tergantung pada diameter kabel.

Listrik masuk ke rumah melalui jaringan listrik, akhirnya terhubung ke generator. Untuk meminimalkan kehilangan energi sepanjang perjalanan dalam saluran listrik, maka digunakanlah transformator untuk menaikkan tegangan menjadi tegangan yang sangat tinggi. Sebelum mencapai rumah, transformator tambahan digunakan untuk mengurangi tegangan ke nilai yang cocok untuk keperluan rumah tangga, yaitu 110, 220, atau 230 volt sesuai dengan ketentuan yang berlaku, misalnya diindonesia umumnya adalah 220 volt. Tegangan adalah pengukuran "beda potensial" energi yang tersedia, tapi bukan untuk mengukur berapa banyak energi yang digunakan.

Seperti inilah cara kerja arus (ampere): sebuah alat listrik membutuhkan sejumlah energi listrik untuk melakukan tugasnya, dan menarik sejumlah listrik dari sumber listrik melalui jalur (saluran) volt. Sebuah perangkat kecil, seperti pemanas air biasanya membutuhkan daya kurang dari alat besar seperti kulkas atau gergaji listrik. Dari segi kelistrikan, peralatan tersebut bekerja pada kuat arus yang berbeda. Sebuah motor listrik yang besar dapat menarik arus 100 ampere, sementara elemen pemanas kecil dapat menarik hanya sepuluh ampere. Motor besar dan motor kecil sama-sama memasuki saluran/jalur yang sama, yaitu sama-sama 110-volt, tapi kebutuhan ampere/arusnya berbeda setiap detiknya. Jadi, jumlah elektron yang mengalir berbeda.

Konsumsi Daya Listrik (PLN)

Watt adalah satuan yang digunakan untuk mengukur konsumsi daya. Sebuah arus satu ampere pada satu volt menggunakan satu watt daya. Daya yang digunakan oleh perangkat yaitu ampere dikalikan dengan volt, sehingga sebuah alat peringkat sepuluh ampere terhubung ke pasokan 110-volt akan menggunakan 1110 watt. Karena watt digunakan oleh perusahaan listrik untuk mengukur listrik yang dikonsumsi dan untuk perhitungan biaya listrik dari konsumen. Biasanya, konsumen akan dibebankan oleh kilowatt-jam (kWh) listrik yang digunakan - menjalankan perangkat sepuluh ampere pada pasokan 110-volt selama satu jam akan memberikan konsumsi dari 1.110 watt-jam (Wh), atau 1.11 kilowatt-jam (kWh).

Sekering listrik (fuse) mempunyai arus maksimal yang bisa dilalui oleh arus listrik
Sekering listrik (fuse) mempunyai arus maksimal yang bisa dilalui oleh arus listrik
Sederhananya, semakin tinggi jumlah ampere yang tertera pada alat yang dipakai, maka semakin tinggi pula beban listriknya. Jika ingin melakukan penghematan pada tagihan listrik bulanan, maka gunakanlah alat atau mesin memiliki ampere yang rendah. Jika kehandalan dan kecepatan yang lebih penting, maka produk dengan ampere atau Watt besar yang lebih baik.

Melindungi Peralatan Listrik

Ampere harus disesuaikan untuk melindungi kabel listrik dan sirkuit dari overheating atau hubungan arus pendek. Inilah sebabnya mengapa listrik menggunakan sekering dan pemutus. Sebuah sekering 30-ampere, misalnya, akan memungkinkan peralatan yang lebih kecil untuk berjalan dengan aman. Misalkan jika pengering pakaian listrik menarik 60 ampere, maka filamen logam dalam sekering akan mencair dan akan memutus sirkuit. Switch breaker juga berfungsi untuk mengontrol arus dari pemutusan sirkuit. Perangkat listrik yang lebih besar sering memiliki sirkuit sendiri dengan sekering kapasitas yang lebih tinggi atau switch breaker untuk menghindari overload tersebut.

Terkena Setrum (Sengatan Listrik)

Ketika seseorang menerima sengatan listrik karena kecerobohan atau kesalahan, berarti ada sejumlah arus listrik yang mengalir melalui tubuh orang tersebut, dan bukan tegangan. Sehingga yang menentukan tingkat keparahan dari luka yang disebabkan dan tingkat kefatalannya tergantung pada arus, bukan pada tegangan. Banyak siswa SMA akan mengalami kejutan dari mungkin 50.000 volt dari generator Van de Graaf di lab fisika, tapi karena arusnya yang sangat kecil, maka tidak berbahaya. Beda halnya ketika tersengat listrik 110-volt, dengan arus yang besar, bisa jadi fatal. Sebuah arus 0.1-0.2 ampere mengalir melalui tubuh manusia biasanya mematikan, karena dampaknya pada jantung. Anehnya, dengan pengobatan yang tepat, korban terkena lebih dari 0.2 ampere dapat bertahan hidup, kontraksi otot yang parah disebabkan dapat melindungi jantung dari gangguan listrik.

PENGERTIAN ARUS, TEGANGAN, HAMBATAN DAN DAYA

9:00 AM 0

APA ITU ARUS..? 

Arus listrik atau dalam versi bahasa inggris sering disebut "electric current" dapat didefinisikan sebagai jumlah muatan listrik yang mengalir tiap satuan waktu. Biasanya arus memiliki satuan A (Ampere) atau dalam rumus terkadang ditulis I. Arus listrik merupakan gerakan kelompok partikel bermuatan listrik dalam arah tertentu.

Arah arus listrik yang mengalir dalam suatu konduktor adalah dari potensial tinggi ke potensial rendah (berlawanan arah dengan gerak elektron). Satu ampere sama dengan 1 couloumb dari elektron melewati satu titik pada satu detik. Pada kasus ini, besarnya energi listrik yang bergerak melewati konduktor (penghantar).
Muatan listrik bisa mengalir melalui kabel atau penghantar listrik lainnya. Pada zaman dulu, Arus konvensional didefinisikan sebagai aliran muatan positif, sekalipun kita sekarang tahu bahwa arus listrik itu dihasilkan dari aliran elektron yang bermuatan negatif ke arah yang sebaliknya.

APA ITU TEGANGAN..?

Tegangan listrik (Voltage) adalah perbedaan potensi listrik antara dua titik dalam rangkaian listrik. Tegangan dinyatakan dalam satuan V (Volt). Besaran ini mengukur energi potensial sebuah medan listrik untuk menyebabkan aliran listrik dalam sebuah konduktor listrik. Tergantung pada perbedaan potensi listrik satu tegangan listrik dapat dikatakan sebagai ekstra rendah, rendah, tinggi atau ekstra tinggi.

Tenaga (the force) yang mendorong elektron agar bisa mengalir dalam sebuah rangkaian dinamakan tegangan. Tegangan adalah nilai dari beda potensial energi antara dua titik. Pada sebuah rangkaian, besar energi potensial yang ada untuk menggerakkan elektron pada titik satu dengan titik yang lainnya merupakan jumlah tegangan.

APA ITU HAMBATAN..? 
Hambatan listrik adalah perbandingan antara tegangan listrik dari suatu komponen elektronik (misalnya resistor) dengan arus listrik yang melewatinya. Hambatan dinyatakan dalam satuan ohm. Elektron bebas cenderung bergerak melewati konduktor dengan beberapa derajat pergesekan, atau bergerak berlawanan.

Gerak berlawanan ini yang biasanya disebut dengan hambatan. Besarnya arus didalam rangkaian adalah jumlah dari energi yang ada untuk mendorong elektron, dan juga jumlah dari hambatan dalam sebuah rangkaian untuk menghambat lajunya arus.

APA ITU DAYA (POWER)..?
Daya listrik didefinisikan sebagai laju hantaran energi listrik dalam rangkaian listrik. Satuan daya listrik adalah watt. Daya listrik, seperti daya mekanik, dilambangkan oleh huruf P dalam persamaan listrik. 


Pada rangkaian arus DC, daya listrik sesaat dihitung menggunakan hukum joule. Daya listrik mengalir di manapun medan listrik dan magnet berada di tempat yang sama.




 
Perbedaan Arus Dan Tegangan

Perbedaan Arus Dan Tegangan

8:55 AM 0
Tegangan dan arus adalah dua konsep yang sangat penting dalam studi listrik. Bahkan, ini adalah kualitas yang, meskipun seseorang tidak bisa melihat mereka, membantu seseorang memahami listrik dan implikasinya. Tegangan analog dengan gaya atau dorongan listrik. Seseorang dapat memiliki tegangan tanpa arus dalam rangkaian. Namun, arus tidak pernah bisa mengalir tanpa tegangan. Ada perbedaan antara dua sifat, meskipun mereka sangat erat terkait melalui persamaan (hukum Ohm) yang membentuk tulang punggung dari konsep listrik. Mari kita lihat lebih dekat.

Konsep tegangan dan arus dapat dengan mudah dijelaskan menggambar sebuah analogi dengan air yang mengalir dalam pipa. Jumlah air yang mengalir dalam pipa dapat disamakan dengan jumlah arus yang mengalir dalam kawat. Tidak masalah jika pipa besar atau kecil seperti jumlah air tetap sama. Dengan demikian, arus diukur dari berapa banyak elektron yang mengalir dalam kawat. Seperti diceritakan sebelumnya, tegangan adalah kekuatan, pendorong, atau energi listrik. Dengan demikian, dapat disamakan dengan kecepatan atau kekuatan yang mana air yang keluar dari pipa. Jika Anda telah menghubungkan pipa dengan keran di taman Anda, gaya akan lebih rendah, tetapi ketika Anda menghubungkan pipa dengan air yang keluar dari pompa, kekuatan air jelas bertambah. Satuan arus adalah ampere, dan diukur dengan menggunakan ammeter atau amperemeter. Satuan tegangan adalah volt dan diukur dengan menggunakan voltmeter.
Perbedaan Arus dan Tegangan
Perbedaan Arus dan Tegangan
Hukum Ohm yang menghubungkan tegangan dan arus yang mengalir dalam rangkaian dengan persamaan berikut.
V = I x r = Ir
Di sini, V adalah tegangan dan I adalah arus yang mengalir dalam rangkaian.
Hal ini membuat mudah untuk menghitung arus yang mengalir dalam rangkaian, setelah Anda tahu perbedaan tegangan di dua titik dalam rangkaian, dan hambatan dari elemen.

Perbedaan antara arus dan Tegangan

Baik tegangan dan arus merupakan komponen penting atau atribut listrik
Tegangan adalah gaya atau dorongan listrik, sedangkan arus adalah aliran energi
Tegangan adalah energi potensial, arus adalah aliran energi
Lebih mudah untuk memahami tegangan dan arus yang melalui analogi air mengalir dalam pipa. Dalam hal ini, tegangan adalah kekuatan air yang keluar dari pipa, sedangkan arus adalah jumlah total air yang keluar dari pipa.
Hukum Ohm yang menghubungkan tegangan dan arus melalui persamaan V = Ir, di mana V adalah tegangan, I adalah arus, dan r adalah resistansi dari elemen pada rangkaian.
PERBEDAAN ARUS AC DAN DC

PERBEDAAN ARUS AC DAN DC

8:51 AM 0
AC adalah kependekan dari Alternating Current yang artinya arus bolak-balik sedangkan DC adalah kependekan dari Direct Current yang artinya arus searah. Kedua istilah itu perlu diketahui dan dipahami sebelum lebih jauh memperdalam pengetahuan di bidang elektronika dan listrik. AC dan DC adalah jenis tegangan atau arus listrik dengan karakteristik, sifat, dan bentuk gelombang yang berbeda, namun satuan dan besaran-besarannya sama yaitu: Volt (V) untuk satuan tegangan, Ampere (A) untuk satuan arus, dan Watt (W) untuk satuan daya.  Jika suatu alat menggunakan sumber tegangan AC, maka arus yang mengalir pada perangkat tersebut adalah arus AC, demikian juga jika suatu alat menggunakan sumber listrik DC, maka arus yang mengalir adalah arus DC. Untuk melihat perbedaan bentuk gelombang antara tegangan AC dan DC dapat digunakan alat ukur Oscilloscope. Oscilloscope yang dilengkapi dengan tabung sinar katoda berfungsi untuk memproyeksikan sinyal listrik ke layar tabung katoda menjadi bentuk gelombang yang dapat dilihat, diamati, dan dipelajari. Seiring kemajuan teknologi, kini Oscilloscope sudah dalam bentuk perangkat digital dengan fitur yang lebih lengkap dan lebih sempurna. Dengan bantuan oscilloscope, hal-hal berikut ini dapat kita lakukan:
  1. Melihat dan mengamati bentuk gelombang listrik
  2. Mengukur tegangan peak to peak (puncak ke puncak)
  3. Dapat melihat suatu distorsi gelombang listrik
  4. Dapat melihat lebar fulsa, periode, dan waktu dari dua sinyal
  5. Mengukur frekwensi gelombang listrik

Tegangan dan Arus DC (Searah)

Tegangan DC memiliki polaritas yang tetap yakni positif (+), nol (0), dan negatif (-).  Tegangan DC tidak memiliki phase dan arus yang  mengalir pun selalu dari polaritas yang lebih tinggi ke polaritas yang lebih rendah yakni dari positif ke negatif, dari positif ke nol, atau dari nol ke negatif karena polaritas nol lebih tinggi dari polaritas negatif. Dalam prakteknya, polaritas negatif umunya menggunakan warna kabel merah sedangkan negatif menggunakan kabel berwarna hitam.
Contoh Sumber Tegangan DC (Searah):
  1. Battery (Accu/Accumulator/Aki) cair yang mengandung asam H2So4
  2. Battery Kering
  3. Solar Cell
  4. Power Supply atau Adaptor
Contoh peralatan yang menggunakan sumber tegangan DC (Searah):
  1. Kamera Digital
  2. Telpon Seluler
  3. Handycam
  4. MP3/ MP4 Player
  5. Lampu Senter
  6. Lampu Emergency
  7. Kalkulator
  8. Remote Control
  9. Mainan Anak
  10. Pointer (untuk presentasi)
  11. Wireless Mouse
  12. Jam Tangan dan Jam Dinding

Tegangan dan Arus AC (Bolak-balik)

Berbeda dengan tegangan DC, tegangan AC memiliki dua polaritas yang berubah-ubah dari polaritas yang lebih tinggi ke polaritas yang lebih rendah dalam satuan waktu. Dengan demikian tegangan AC memiliki phase dan frekuensi misalnya 60 Hz (60 cycle per detik) dan 50 Hz (50 Cycle per detik). Polaritas tersebut diukur dari titik Netral (N) atau Ground (GND).
Berdasarkan penggunaan jumlah phase-nya tegangan AC terdiri dari satu phase yaitu Phase, Neutral, dan Ground, kedua adalah tegangan AC tiga phase yang terdiri dari Phase R, Phase S, Phase T, Neutral, dan Ground. Dalam perkabelan listrik, polaritas tegangan AC dibedakan dengan warna kabel. Biru utuk Phase, Hitam untuk Netral, dan Kuning atau Kuning Hijau untuk Ground.
Contoh Sumber Tegangan AC
  1. PLN dengan bermacam pembangkt listrik misalnya PLTA dan PLTU. Besarnya tegangan AC dari PLN di Indonesia adalah sekitar 220Volt – 240 Volt dengan frekuensi 60 Hz.
  2. Output Transformator Step Down pada rangkaian power supply
  3. Output dari motor generator.
Contoh peralatan yang menggunakan sumber tegangan AC:
  1. Motor Listrik yang digunakan di industri-industri untuk menggerakan mesin
  2. Motor Listrik pada Mesin Cuci
  3. Televisi
  4. Kulkas (Lemari Pendingin)
  5. Pompa Air
  6. Bor Listrik
  7. UPS (Uninterupable Power Supply)
  8. EPS (Emergency Power Source)
  9. Stabilizer Tegangan
  10. Lampu-lampu Penerangan
  11. Lampu Lalu-lintas
  12. Komputer PC
  13. Gergaji Mesin
  14. Sugu Listrik
  15. Mesin Fotokopi
  16. Mesin Bubut
  17. Kipas Angin
  18. Layar Monitor
  19. Printer
  20. Pesawat Radio
  21. Amplifier
  22. Setrika
  23. Hot Air Gun
  24. Solder

Perbedaan arus ac dan dc paling mendasar adalah bentuk gelombang dan polaritas sehingga sifat dan karakterisitk peralatan yang menggunakan sumber tegangan AC akan berbeda dengan peralatan yang menggunakan sumber tegangan DC. Perangkat yang menggunakan sumber tegangan AC akan menghasilkan arus AC dan perangkat yang menggunakan tegangan DC akan menghasilkan arus DC kecuali drancang dengan sistem khusus untuk mengkonversi tegangan.
Pengertian dan Definisi Arus Listrik

Pengertian dan Definisi Arus Listrik

11:32 PM 3
 
Arus litrik mempunyai kemampuan untuk menjalankan peralatan elektronik. Tanpa adanya arus listrik, maka tidak akan ada alat elektronik. Lalu apa itu Arus listrik?  Arus Listrik adalah aliran elektron dari titik yang kelebihan elektron menuju titik yang  kekurangan elektron. Perpindahan elektron inilah yang menhasilkan suatu energi yang di sebut energi listrik.  Arus listrik dapat di identikan seperti aliran air dari tempat yang tinggi ke tempat yang rendah. Dimana arus air yang mengalir mempunyai energi potensial yang dapat diubah menjadi energi listrik dengan  bantuan generator.
Untuk dapat menghasilkan listrik, arus listrik membutuhkan penghantar dalam bentuk konduktor. Konduktor arus listrik yang baik adalah kabel-kabel yang di buat dari bahan dimana elektron dapat dengan mudah melompat dari satu atom ke atom yang lain. Dengan cara ini arus listrik dapat dialirkan ke tempat dimana energi listrik dibutuhkan. Berdasarkan bentuknya, arus listrik dibedakan menjadi 2, yaitu:
  1. Arus listrik searah (DC)
  2. Arus Listrik Bolak-balik) (AC)
Energi listrik sangat bermanfaat bagi kehidupan umat manusia karena energi listrik ini bersifat sangat flexible dapat diubah menjadi berbagai bentuk energi lain. Arus listrik dapat diperoleh dari beberapa cara. yang paling umum adalah dengan menggunakan alat yang disebut generator. Selain itu, arus listrik juga dapat di hasilkan dari reaksi kimia dalam sebuah baterai ataupun aksi cahaya pada fotosel.
Arus listrik dapat diubah menjadi berbagai energi seperti energi panas, energi mekanik, cahaya, dll. Proses perubahan energi listrik menjadi ebergi lainnya dapat terjadi jika arus listrik mengalir melewati elemen-elemen dalam berbagai jenis alat aplikasi. Contoh alat pemanas menghasilkan energi panas ketika arus listrik mengalir lewat elemen pemanas. Begitu pula sebuah lampu pijar menghasilkan cahaya ketika ketika arus listrik mengalir melewati kawat filamen dan menimbulkan sinar putih yang berpijar.
Arus listrik dapat diukur dalam satuan Coulomb/detik atau Ampere

Pengertian dan Definisi Elektromagnet

11:27 PM 0



Elektromagnet adalah magnet yang dihasilkan oleh arus listrik. Elektromagnet di temukan pertama kali oleh William Sturgeon pada tahun 1824. Penemuan ini di dasari pada teori tentang hubungan antara kelistrikan dan kemagnetan yang dikemukakan pertama kali oleh Hans Christian Oersted pada tahun 1820. HC Oersted adalah seorang ahli fisika dari Denmark yang mengemukan teori bahwa disekitar arus listrik terdapat medan magnet. Teori itu mengilhami William dan dengan bermodalkan sebatang ladam besi (tapal kuda) yang di lingkari dengan  putaran kawat tembaga berarus, William sturgeon menciptakan elektromagnet pertamanya
.
Penemuan william tersebut menjadi dasar dari pembuatan elektromagnet modern. Elektromagnet merupakan sejenis magnet yang dibuat dengan cara melilitkan kawat pada suatu logam konduktor seperti besi atau baja, kemudian mengalirinya dengan arus listrik. Elektromagnet  disebut juga dengan istilah magnet listrik. Elektromagnetik adalah peristiwa berubahnya besi atau baja yang berada didalam kumparan berarus listrik menjadi sebuah magnet. Elektromagnet dapat dijumpai pada benda-benda/alat-alat elektro, misalnya bel listrik, telepon, telegrap, televisi dan bahkan pada hampir semua alat yang menggunakan energi listrik sebagai pengeraknya.
Elektromagnet berbeda dengan magnet alam atau magnet yang dibuat secara manual. Magnet alam dan magnet buatan biasanya bersifat permanen dan semi permanen dan memiliki daya tarik menarik khas magnet untuk jangka waktu yang relatif lama. Sedangkan elektromagnet biasanya bersifat sementara sehingga di sebut remanen (magnet tidak tetap). Elektromagnet hanya mempunyai daya magnet selama di aliri arus listrik. Begitu arus listrik dimatikan, elektromagnet akan kehilangan daya magnetisnya.
Elektromagnet banyak digunakan sebagai komponen perangkat listrik lainnya, seperti motor, generator, relay, pengeras suara, hard disk, mesin MRI, instrumen ilmiah, dan peralatan pemisahan magnetik, serta alat angkat berskala besar yang di gunakan untuk mengangkat dan memindahkan benda besi yang sangat berat seperti besi scrap, kontainer, dll seperti yang sering kita temui kalau kita ke pelabuhan peti kemas.